Apakah Anda mau tinggal di kutub? Mungkin sebagian orang memiliki mimpi ingin melihat salju. Namun kalau tinggal di kutub itu lain lagi ceritanya. Suhu yang dingin bahkan bisa turun drastis ditambah lagi angin kencang dan malam lebih panjang bahkan tidak ada tumbuhan bisa hidup. Namun ada beberapa negara yang punya pemukiman di kutub bahkan permanen yang artinya benar-benar ditinggali atau dihuni oleh warga sipil dan bukan sekedar pos untuk riset saja.
Apa Saja Negara yang Punya Kawasan Pemukiman di Kutub yang Dihuni Warga Sipil?
Kebanyakan yang tinggal di wilayah kutub mungkin hanya mereka yang melakukan riset tapi itu pun tidak permanen melainkan hanya demi kepentingan penelitian saja. Namun ada negara yang punya pemukiman di kutub dimana ada warga masyarakat yang benar-benar tinggal di dalamnya. Bahkan bukan hanya terdiri dari rumah atau igloo saja melainkan ada sekolah hingga tempat ibadah seperti kawasan pemukiman normal lainnya. Dimana sajakah negara itu? Berikut ini pemukiman kutub di seluruh dunia:
- Kanada
Kanada ini merupakan salah satu negara yang lokasinya di wilayah Arktik yang sangat luas. Sudah ada komunitas yang terbiasa hidup di kondisi yang paling ekstrem sekalipun disana. Sesuai dengan yang dilansir oleh The Independent, Alert maupun Nunavut yang merupakan wilayah dengan lokasi paling utara di Kanda ini bahkan musim panasnya saja hanya sekitar 21 derajat celsius. Sementara rata-rata normalnya wilayah kutub disini memiliki suhu sekitar 5 derajat saja. Mayoritas orang yang tinggal disana adalah masyarakat Inuit dan mereka sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan menghadapi kerasnya kehidupan alam Arktik. Sementara itu, aktivitas yang sering dilakukan oleh masyarakat lokal disana adalah berburu maupun melakukan riset iklim dan hal itu berlanjut terus menerus dari generasi ke generasi. Penduduk juga memanfaatkan berbagai teknologi modern yang sudah ada namun tetap menjaga alam sehingga mereka selalu bisa bertahan meskipun cuacanya ekstrem.
- Rusia
Beralih ke Eropa, Rusia juga punya wilayah Arktik yang begitu luas dengan banyak sekali pemukiman asli dan permanen di suhu yang paling ekstrem sekalipun. Ada banyak sekali kelompok masyarakat yang tinggi di wilayah ini mulai dari masyarakat adat, ilmuwan hingga penambang. Mereka terus tinggal di wilayah ini meskipun musim dinginnya seolah tidak pernah berakhir dan suhunya bisa mencapai minus 45 derajat. Sesuai dengan yang dilansir oleh Time, wilayah ini dulunya disebut sebagai Zone of Absolute Discomfort langsung oleh pemerintah Soviet. Ini karena kehidupan disana sangat berat baik dulu hingga kini. Namun di dalamnya terdapat harta karun yang menguntungkan yaitu cadangan gas bumi dan minyak dalam jumlah yang besar. Adanya sumber daya inilah yang kemudian membuat ribuan orang pun rela datang dan bekerja disana. Namun adanya pembangunan justru membuat kota kecil di sekitarnya sepi dan ditinggalkan oleh penduduknya.
- Denmark
Denmark menjadi pengelola Greenland yang merupakan pulau terbesar dan lokasinya ada di Kutub Utara. Disana terdapat pemukiman permanen yang sudah tersebar sepanjang pantai. Ini dikarenakan sejak Denmark menjajah Greenland pada tahun 1721 yang lalu dan misionaris Hans Egede masa itu mendirikan perusahaan perdagangan dan era kolonial pun dimulai dan mendorong perkembangan di dalam pemukiman dengan suhu ekstrem ini. Greenland memiliki keanekaragaman budaya Inuit termasuk posisinya strategis untuk kerajaan Denmark kala itu. Penduduk suku Inuit telah mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi alam disana yang keras dan mempertahankan tradisinya. Greenland punya pemerintahan pada tahun 1979 walaupun Denmark masih mengurus sebagian kebijakannya.
Inilah beberapa negara dengan pemukiman di kutub yang permanen dan ditinggali oleh warga sipil asli.
